Wisata Pulau Pramuka Pengalaman KKN Santuy Tak Terlupakan

Wisata Pulau Pramuka – Ada satu pulau unik yang bisa dijadikan tempat santuy di Kepulauan Seribu, namanya Pulau Pramuka. Sobat pernah berkunjung ke pulau ini? Kalau belum dan ingin merencanakannya mudah-mudahan cerita kk ini bisa memberikan informasi memadai.

Cerita ini bermula ketika kk hendak melakukan KKN tepatnya di Pulau Panggang yang bertetanggaan dengan Pulau Pramuka.

Awalnya kk ragu KKN di tempat ini. Karena berdasarkan cerita orang-orang, di pulau ini kesulitan air, suasananya gersang, maryarakatnya kurang friendly. ditambah lagi ada cerita mistis yang bikin kk merinding tentang pulau ini. Nanti kk ceritain di bagian belakang.

Namun karena kelompok kk kebagian di tempat ini, mau tidak mau harus kk jalani dengan sepenuh hati. ciee. Di samping itu, lokasi pulau ini juga sangat jauh dari kampus kk sehingga sedikit menyulitkan langkah perjalanan kk waktu itu.

1. Rute Pemberangkatan Menuju Pulau Pramuka

persiapan

persiapan

Setelah kk dan teman-teman mengetahui info rute pemberangkatan, termasuk timingnya, maka kk dan teman-teman memutuskan berangkat jam 03 pagi.

Tujuannya agar bisa sampai di dermaga Muara Angke sekitar jam 07 pagi. Sebab dermaga ini satu-satunya tempat kapal tarif ekonomis tujuan pulau panggang. Memang sih ada pelabuhan-pelabuhan lain selain Angke yang juga menuju Pulau Seribu.

Tapi setahu kk rute lain itu kebanyakan kapal boot atau predator yang ongkosnya mahal-mahal.

Setiba di Muara Angke sekitar pukul 07 an pagi, kk dan teman-teman bergegas menuju sebuah kapal kayu yang cukup besar yang memiliki dua lantai.

Menurut orang-orang di sekitar, kapal menuju pulau Pramuka dan Pulau Panggang hanya ada satu setiap hari. Waktu pemberangkatannya pukul 09.00. Oleh karena itu, jika terlambat datang maka kita harus menunggu hari besoknya.

Lebih awal lebih baik. itu prinsip yang kk pegang. Makanya kk dan teman-teman segera naik kapal tersebut dan mencari tempat yang paling nyaman yaitu di lantai 2. Woww…di lantai ini mata kita bisa langsung melihat berbagai pemandangan sekitar.

2. Durasi Perjalanan Muara Angke – Pulau Pramuka

pulau pramuka

kapal muara angke – p pramuka

Tepat pukul 09.00 sang nahkoda pun tancap gas setelah sebelumnya menyala. Dengan membaca doa, akhirnya kapal pun mulai bergerak di antara kapal-kapal lain yang terparkir.

Karena suasananya ‘macet’ maka sang kondektur terlihat sibuk mengamankan kapal agar tidak menghantam kapal-kapal lain yang terparkir.

Sedikit demi sedikit kapal pun semakin menjauh dari daratan dan tak lama kemudian kapal keluar dari kerumunan kapal-kapal lain. Lalu, gas pun semakin ditancap dan angin mulai terasa. Cussss

Kk perhatikan air laut di sekitar masih berwarna cokelat kotor. Itu petanda kalau kapal masih berada di pantai dangkal. Selain itu, kk juga perhatikan berbagai sampah yang mengotori laut. hhmmm kk hanya bisa mengelus dada. “Kasihan laut ini” ungkap kk dalam hati.

Sekitar 30 menitan kapal pun melewati pulau pertama yaitu Pulau Bidadari. Pada pulau ini kapal tidak berhenti sehingga kk hanya bisa mengamati dari jauh.

Kapal pun melaju kembali dengan kecepatan tinggi. Sang Nahkoda terlihat mulai memerhatikan arah kompas agar kapal terarah ke tujuan.

Sepanjang perjalanan kita lalui dengan ngobrol dan becanda. Sesekali istigfar terutama ketika kapal terhantam ombak besar. Kagett loh.

Ada satu hal unik yaitu adanya binatang-binatang laut yang ‘show’ di dekat kapal. Kami nggk tahu apa nama hewan tersebut. Mereka seperti menari di atas air sambil berjalan sangat cepat. Mungkin sejenis ikan. Ada juga ikan lumba-lumba yang lelompat-lompat. Hanya saja kami tak sempat menpotretnya.

  • Transit di Pulau Pari

Setelah hampir 2 jam perjalanan akhirnya kami sampai di Pulau Pari. Pada pulau ini, kapal pun berlabuh sebentar untuk menghantarkan para penumpang dan mengangkut penumpang lain yang hendak ke pulau pramuka.

Selain itu, kapal juga beristirahat beberapa menit sebelum melanjutkan kembali perjalanan. Sayangnya kami tidak bisa turun untuk istirahat dan makan-makan. Akhirnya kami tetap di kapal.

  • Mengapa Dinamai Pulau Pari?

Sambil memerhatikan suasana sekitar, kk bertanya-tanya mengapa dinamai Pulau Pari? apakah ada ikan parinya, apakah penghasilan masyarkatnya berupa ikan pari, atau apa? Setelah bertanya ke Mbah Google, ternyata jawabannya karena bentuk pulau ini mirip ikan pari.

Hal ini terbukti jika dipotret dari udara. Penampakannya akan mirip seperti ikan pari.

  • Durasi Pulau Pari – Pramuka

Setelah okeh, nahkoda pun tancap gas untuk melanjutkan perjalanan menuju Pulau Pramuka. Pada perjalanan ini tampak air laut sangat bersih. Bukan sekedar berwarna hijau sebagaimana yang kita saksikan pada umumnya laut, tetapi laut di sini berwarna biru. sangat biru. itu petanda airnya jerniiiih dan lautnya dalam.

Selain itu, ombaknya juga sangat kencang hingga membuat kapal bergoyang-goyang. Wajar saja sebagian penumpang muntah-muntah alias mabok.

Teman-teman kk yang tidak bisa berenang keliatan sangat panik. Mungkin ia tidak terbiasa naek kapal seperti ini. Hihihi…

Sepanjang perjalanan Pari-Pramuka ini kk lihat ada kapal-kapal lain yang berlawanan arah. Mungkin menuju Muara Angke. Di samping itu, kk juga lihat kapal-kapal besar yang menurut para penumpang kapal tersebut sedang mengangkut batubara.

Hmmm…menurut kk kapal itu bukan mengangkut batu bara, tetapi mengangkut pasir untuk pulau reklamasi. hikhiks… saat itu memang belum familiar istilah reklamasi sehingga tak banyak orang ngeuh ke arah sini.

Sekitar lebih dari 1 jam akhirnya kita di pulau Pramuka. Wow,,,asyik sekali. Pemandangannya indah, lautnya bening, ikannya banyak dan pepohonanan pun terlihat rapi.

Sedikit demi sedikit kapal menepi ke dermaga. Ketika kk hendak turun, tiba-tiba ketua KKN berkata “kita jangan turun, tempat tinggal kita di pulau itu” sembari menunjuk ke sebuah pulau yang jaraknya hanya 1 kiloan. pulau tersebut ternyata Pulau Panggang.

3. Keindahan Pulau Pramuka

pulau pramuka

keindahan pulau pramuka

Sambil menunggu antrian penumpang yang turun, kk perhatikan alam sekitar. Wow sekali, super duper indah. Dermaganya rapi, airnya berkilauan terkena sinar matahari dan ikan-ikan pun sangat banyak.

Adapun fasilitas, ternyata di pulau pramuka ini sudah lengkap. Hal itu karena di pulau ini terdapat gedung pemerintahan. Wajar saja sarana prasarana lain pun turut melengkapi.

Di sini ada gedung serba guna yang ukurannya besar, ada kantor bupati, ada kantor KUA, Rumah Sakit, sekolah SMA, SMP dan MTs, ada juga tempat-tempat penangkaran seperti penangkaran penyu dan tanaman mangrove.

Selain itu ada juga tempat ibadah, rumah warga dan warung-warung. Lengkap dah.

4. Menuju Pulau Panggang

pulau panggang

pulau panggang

Ternyata Pulau Panggang itu tempat pemberhentian terakhir kapal ekonomis Pulau Seribu. Jarak tempuh dari pulau pramuka hanya sekitar 5 sd 10 menitan. Hehe.

Berbeda dengan Pulau Pramuka yang banyak dijadikan tempat fasilitas publik, pulau Panggang sebaliknya. sangat minim. Hal itu karena pulau ini dipadati oleh rumah penduduk. di pulau ini nyaris tak ada ruang besar, tidak ada lapangan.

Dari ujung ke ujung semuanya diisi rumah warga. Bahkan untuk pekuburan pun mereka mencari pulau terdekat (durasi 5 menitan).

5. Aktifitas Sehari-Hari Masyarakat Pulau Panggang

nelayan pulau panggang

tambak ikan

Sebagian besar orang-orang kantoran berdomisili di Pulau Panggang. Memang sih di Pulau Pramuka sendiri ada banyak rumah, tetapi tidak sebanyak di Pulau Panggang.

Meski demikian, menurut tokoh setempat sebagian besar mata pencaharian warga berasal dari laut. Itu berarti, mayoritas warga berprofesi sebagai nelayan. Makanya tak heran jika di sekitar pulau dapat mudah dijumpai kapal-kapal kecil penangkap ikan dan sebagiannya lagi memasang tambak.

Selain itu ada juga aktifitas lain yang biasa dilakukan emak-emak, yaitu membuat makanan dari ikan cuek. Kk lupa namanya kue apa gitu…yang jelas, ikan-ikan hasil tangkapan nelayan akan mereka olah menjadi makanan khas. Kami pun sering mengkonsumsi makanan ini. Enakkkk

6. Aktifitas KKN

pulau panggang

kkn mahasiswa uin jkt

Ada beberapa hal yang kami potret sejak awal kedatangan kami. Pertama, karena kaum emak-emak banyak yang tidak bekerja -makanan ikan cuek pun sebagian saja- maka kami konsentrasikan ke pemberdayaan mereka.

Caranya dengan mengajarkan kerajinan tangan berupa kreasi dari kain planel. Dari kain ini bisa dibentuk aneka benda seperti ikan hiau, bentuk pulau dan lain sebagainya.

Di samping itu, benda-benda ini juga dipoles dengan nama-nama atau kata-kata tertentu sehingga bisa menjadi oleh-oleh khas yang bisa diperdagangkan. Dengan kata lain, kami ingin memberdayakan sektor ekonomi emak-emak. Hasilnya berhasil. Cieee.

Kedua, kami lihat ada masjid yang aktif diisi oleh orang-orang tua terutama ketika shalat berjamaah, full 5 waktu. Hanya saja, kami tak lihat ada kegiatan remaja masjid.

Usut punya usut ternyata memang belum ada. Akhirnya kami bentuk tim remaja masjid dengan berbagai agenda mulai dari tata cara pemilihan ketua, tupoksi, cara merumuskan agenda dan lain sebagainya. Akhirnya berhasil.

Ketiga, kami lihat juga ada beberapa mushola di ke RT an yang fasilitasnya kurang memadai. Akhirnya kami gunakan dana kkn untuk membelikan karpet dan alhamdulillah berhasil.

Selain ketiga itu kami anggap agenda tambahan saja seperti mengadakan seminar motivasi, pelatihan kepramukaan, mengajar di sekolah, mengajar ngaji dan lain sebagainya.

7. Kejadian Mistis

kkn pulau seribu

kejadian mistis

Bukan tanpa hambatan, KKN di tempat pariwisata ini juga menyisakan kenangan mistis yang tak terlupakan. Nanti kk cerita di postingan berikutnya ya….hehe. tangan kk udah pegellll.

BACA : Keindahan Wisata Pulau Harapan Pulau Seribu

 

Leave a Reply